Main Page: Difference between revisions

From SEPAKAT KM WIKI

Line 34: Line 34:


<blockquote style="font-style:italic; color:#555;">“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”</blockquote>
<blockquote style="font-style:italic; color:#555;">“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”</blockquote>
<div style="margin-left:2em; color:#555;">
Modul Analisis Data makro merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa data-data makro untuk kebutuhan diagnosa kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang meliputi kemiskinan, ketenagakerjaan, pelayanan dasar, perlindungan sosial, dan perekonomian daerah.
Modul Analisis Data makro merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa data-data makro untuk kebutuhan diagnosa kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang meliputi kemiskinan, ketenagakerjaan, pelayanan dasar, perlindungan sosial, dan perekonomian daerah.
Sumber data makro meliputi Susenas dan Sakernas​
Sumber data makro meliputi Susenas dan Sakernas​
 
</div>
<div style="margin-left:2em;">
<div style="margin-left:2em;">
* [[Sub Modul Analisis Ketenagakerjaan]]
* [[Sub Modul Analisis Ketenagakerjaan]]
Line 49: Line 50:
</ol>
</ol>


<blockquote style="font-style:italic; color:#555;">“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”</blockquote>
<div style="margin-left:2em; color:#555;">
Modul Analisis Data Mikro merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa data mikro untuk kebutuhan analisis kondisi sosial ekonomi keluarga dan penduduk untuk kebutuhan penargetan dan sasaran pembangunan.  Analisis mikro ini mencakup tema-tema ketenagakerjaan, pelayanan dasar, perlindungan sosial dan potensi ekonomi.
Sumber data mikro adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
</div>
<div style="margin-left:2em;">
<div style="margin-left:2em;">
* [[Sub Modul Analisis Ketenagakerjaan]]
* [[Sub Modul Analisis Ketenagakerjaan]]
Line 61: Line 67:
</ol>
</ol>


<blockquote style="font-style:italic; color:#555;">“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”</blockquote>
<div style="margin-left:2em; color:#555;">
Modul Analisis Keuangan Daerah merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa kondisi keuangan daerah untuk melihat potensi dan tantangan fiskal yang dialami daerah dalam  Modul analisa keuangan terdiri atas profil keuangan daerah, analisis pendapatan, analisis belanja, analisis pembiayaan daerah, analisis kecukupan belanja, analisis efektivitas belanja, analisis harmonisasi belanja dan analisis pemerataan belanja.​
Sumber data analisis keuangan daerah adalah data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD)​
</div>
<div style="margin-left:2em;">
<div style="margin-left:2em;">
* [[Sub Modul Keuangan Daerah]]
* [[Sub Modul Keuangan Daerah]]

Revision as of 06:52, 8 December 2025

SEPAKAT

(Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu)

SEPAKAT adalah aplikasi berbasis web untuk membantu proses perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi rangka pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan secara cepat dan akurat.​

Aplikasi ini menggunakan pendekatan berbasis bukti (evidence-based approach) untuk merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Dengan demikian, data, fakta, dan analisa menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah yang inklusif.

🎯 Tujuan SEPAKAT

  1. 📈 Mempertajam rencana pembangunan dan anggaran daerah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan.
  2. 📊 Memanfaatkan data untuk perencanaan dan kebijakan pembangunan yang inklusif dan pro-poor.
  3. ⚙️ Melakukan otomatisasi proses perencanaan, penganggaran, dan monitoring yang holistik, integratif, tematik, dan spasial.

Tersedia berbagai modul dalam SEPAKAT yang membantu daerah dalam merumuskan strategi, kebijakan, dan program penanggulangan kemiskinan:

📊 A. Dashboard

1️⃣ Dashboard Terbuka

2️⃣ Dashboard Eksekutif

3️⃣ Dashboard SLR

4️⃣ Portal SEPAKAT

🧩 B. Modul Analisis

1️⃣ Data Dasar

  1. Makro

“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”

Modul Analisis Data makro merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa data-data makro untuk kebutuhan diagnosa kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang meliputi kemiskinan, ketenagakerjaan, pelayanan dasar, perlindungan sosial, dan perekonomian daerah. Sumber data makro meliputi Susenas dan Sakernas​

  1. Mikro

“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”

Modul Analisis Data Mikro merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa data mikro untuk kebutuhan analisis kondisi sosial ekonomi keluarga dan penduduk untuk kebutuhan penargetan dan sasaran pembangunan. Analisis mikro ini mencakup tema-tema ketenagakerjaan, pelayanan dasar, perlindungan sosial dan potensi ekonomi. Sumber data mikro adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)

  1. Keuangan

“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”

Modul Analisis Keuangan Daerah merupakan modul yang berfungsi untuk menganalisa kondisi keuangan daerah untuk melihat potensi dan tantangan fiskal yang dialami daerah dalam Modul analisa keuangan terdiri atas profil keuangan daerah, analisis pendapatan, analisis belanja, analisis pembiayaan daerah, analisis kecukupan belanja, analisis efektivitas belanja, analisis harmonisasi belanja dan analisis pemerataan belanja.​ Sumber data analisis keuangan daerah adalah data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD)​

  1. Kebencanaan

2️⃣ Data Tematik

  1. GEDSI
  2. SPM
  3. Aksesibilitas
  4. Multidimensional Poverty Index (MPI)


3️⃣ Intervensi dan Anggaran

  1. Sub Modul​ Analisis Intervensi dan ToC​
  2. Sub Modul​ Analisis Anggaran

4️⃣ Monitoring dan Evaluasi

  1. Sub Modul​ Analisis Monitoring​
  2. Sub Modul​ Analisis Evaluasi


💡 C. Pengetahuan

1️⃣ WIKI

2️⃣ SEPAKAT EDU

3️⃣ Pemanfaatan

Pemanfaatan adalah segala sesuatu tentang pemanfaatan...

4️⃣ Blog dan Inovasi

5️⃣ Riset Kemiskinan

6️⃣ Dokumentasi

⚙️ D. Layanan

1️⃣ User Akses

2️⃣ Pelayanan Data dan Analisis​

3️⃣ Pelayanan Integrasi​

4️⃣ Pelayanan Pelatihan​

5️⃣ Pelayanan Pemadanan Data​

🧭 A. Modul Analisis Data Dasar

“Analisis Berbasis Data, Kebijakan Berbasis Fakta”

Modul Analisis berfungsi untuk menganalisis data dalam kebutuhan diagnosa kemiskinan yang mencakup:

  • Kemiskinan
  • Ketenagakerjaan
  • Pelayanan dasar
  • Perlindungan sosial
  • Perekonomian daerah
  • Anggaran daerah

1️⃣ Kesempatan Kerja

  1. Ketenagakerjaan
  2. Kesempatan Kerja untuk Miskin dan Rentan

2️⃣ Pelayanan Publik

  1. Kemiskinan dan Ketimpangan
  2. Akses Miskin dan Rentan ke Pelayanan Publik
  3. Partisipasi Miskin dan Rentan dalam Pelayanan Publik

3️⃣ Perlindungan Sosial

  1. Perlindungan Sosial
  2. Penerima Bantuan

4️⃣ Kapasitas Daerah

  1. Kondisi Perekonomian
  2. Ekonomi Produktif
  3. Kondisi Fiskal

5️⃣ Prioritisasi

  1. Kenapa Prioritisasi?
  2. Mekanisme Prioritisasi
  3. Daftar Indikator Umum yang Menjadi Prioritas
  4. Daftar Indikator TPB dan SPM yang Menjadi Prioritas

6️⃣ Konsep & Istilah dalam Modul Analisis

🧩 B. Modul Analisis Intervensi dan Anggaran

Modul ini berfungsi untuk menganalisis perencanaan menggunakan pohon masalah dan menghasilkan opsi intervensi penanggulangan kemiskinan dengan sasaran dan lokasi spesifik.

  1. Bagaimana menggunakan menu Perencanaan SEPAKAT?
  2. Dimensi Kemiskinan
  3. Strategi Penanggulangan Kemiskinan
  4. Karakteristik Kemiskinan
  5. Alternatif Intervensi

💰 C. Modul Penganggaran

Modul Penganggaran menganalisis dan mengalokasikan anggaran berdasarkan hasil Modul Analisis dan Modul Perencanaan.

  1. Alur Kerja Penganggaran

📊 D. Modul Analisis Monitoring dan Evaluasi

Modul ini menampilkan kinerja penurunan kemiskinan daerah berdasarkan target dalam dokumen RPJMD dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

  1. Pendahuluan Modul Monitoring

🧾 E. Modul Evaluasi

Modul Evaluasi menilai performa penanggulangan kemiskinan daerah melalui analisis pertumbuhan dan redistribusi.

  1. Pendahuluan Modul Evaluasi

Konsep & Istilah dalam Modul Evaluasi


💡 SEPAKAT: Membangun Kebijakan yang Berbasis Data, Fakta, dan Analisa